Kamis, 15 Oktober 2009

Asal usul lukisan Nabi Muhammad saw



Bertahun-tahun diterbitkan gambar yang disebut sebagai gambar masa mudanya Nabi Muhammad saw di Iran. Masyarakat Iran di samping menunjukkan rasa suka terhadap gambar itu, mereka juga mempertanyakan keabsahannya. Sebagian menyebutkan bahwa gambar itu dilukis oleh pendeta Buhaira yang sempat mengiringi Nabi Muhammad saw bersama pamannya ke Syam. Pada kenyataannya, banyak yang meragukan jawaban ini.

Tulisan berikut ini adalah usaha untuk mencari sumber asli gambar masa muda Nabi Muhammad saw. Para penulis berusaha mengargumentasikan dari mana asal gambar itu. Namun, kelihatannya, masalah ini senantiasa terbuka untuk dijadikan kajian.

Tulisan ini adalah hasil terjemahan yang dilakukan oleh Rasul Ja’fariyah dari makalah yang judul aslinya The Story of Picture Shiite Depictions of Muhammad, Pierree Centlivre & Micheline Centlivres-Demont dalam majalah ISIM Review 17, Spring 2006, hal 18-19.

Syiah Iran punya pengalaman yang cukup panjang dalam menggambarkan keluarga Nabi Muhammad saw dan Nabi sendiri. Pada akhir-akhir dekade 90 –an poster yang menggambarkan wajah Nabi Muhammad saw di cetak di Iran dan menjadi salah satu poster terlaris. Dalam poster itu menggambarkan wajah masa muda dari Nabi Muhammad saw.

Saat ini, poster ini dicetak dengan mempergunakan teknologi modern dengan alat dan teknik yang beragam. Sekalipun demikian, struktur gambar masih mempertahankan gaya tradisionalnya. Warna yang dipakai masih mempertahankan kesederhanaan. Namun, tetap saja memiliki kelebihan yang membedakannya secara mudah dari gambar yang lain seperti pedang Ali as yang memiliki dua mata.

Penggambaran yang akan kami bawakan berbeda dengan penggambaran sebelumnya. Gambar seorang pemuda tampan, mata sendu dan wajah yang menenangkan hati mengingatkan orang akan gambar-gambar di zaman Renaisan. Terutama gambar-gambar tentang pemuda yang dilukis oleh Caravagio seperti lukisan Boy Carrying a Fruit Basket yang berada di galeri Borghese, Roma dan lukisan Saint John The Baptist di museum Capitole. Kelembutan bak beludru, mulut yang setengah terbuka dan tatapan sendu.

Sekalipun ada beberapa naskah dari gambar ini, namun semuanya menunjukkan kesan muda dan di bawahnya tertulis “Muhammad Rasulullah”, bahkan sebagian memberikan informasi lebih detil tentang periode kehidupan Nabi ketika lukisan ini dilukis serta sumber lukisan sekaligus.

Penemuan menarik

Pada tahun 2004, ketika menyaksikan pameran foto dua orang seni rupa Lehnert dan Landrock, secara tidak disengaja akhirnya tersingkap juga sumber poster Iran itu. Itu dapat dilihat di foto Lehnert sepanjang tahun 1904-1906 yang diambilnya di Tunisia. Foto ini kemudian pada dekade 20 –an dicetak dalam kartu ucapan selamat.

Radolf Franz Lehnert (1878-1948) adalah warga negara Chekoslowakia sekarang. Pada tahun 1904 bersama Ernst Heinrich Landorck (1878-1966) berkebangsaan Jerman, bersama-sama menuju Tunisia. Lehnert sebagai fotografer dan Landrock sebagai penerbit dan direktur. Tahun sebelumnya, Lehnert pernah tinggal sebentar di Tunisia. Saat itulah ia jatuh cinta dengan alam di sana dan penduduknya. Keduanya membangun perusahaan L & L yang beroperasi di bidang penerbitan foto-foto dari pemandangan indah Tunisia dan Mesir. Hasilnya adalah ribuan foto dan kartu dengan gambar daerah ini yang dicetak.

Lehnert pernah mengenyam pendidikan di Yayasan Seni Grafis di Vienna. Ia punya hubungan dengan anggota Pictorialist yang menganggap foto sebagai karya seni. Foto-foto Lehnert tidak saja berbicara mengenai gurun pasir, bukit-bukit pasir, pasar dan kawasan penduduk Tunisia, tapi juga foto-foto dari remaja putra dan putri yang umurnya antara anak dan remaja dan masih memiliki wajah antara laki dan wanita. Foto-foto ini biasanya diambil sesuai dengan pesanan pembeli Eropanya. Foto tentang dunia Timur yang memberikan nuansa lain.

Lehnert sangat memanfaatkan kesempatan ini, namun ia juga mengolah kejeniusannya dalam menyiapkan karyanya. Foto-fotonya dicetak dalam bentuk perak, dalam bentuk gambar timbul dan dibuat dalam empat warna. Kebanyakan dari kartu ucapan selamatnya ini dicetak di Jerman sejak tahun 1920 dan disebarkan di Mesir.


Cetakan-cetakan dan teks yang sesuai

Tidak diragukan bahwa kartu yang ditunjukkan dalam bentuk 1, berdasarkan penomoran L & L, nomornya adalah 106 dikenal dengan poster Iran. Yang lebih menarik nama kartu nomor 106 adalah Muhammad. Ini dengan sendirinya dapat menunjukkan mengapa pelukis Iran menjadikannya sebagai model untuk lukisan Nabi Muhammad saw. Tidak ragu lagi, semua naskah yang ada dari foto ini menjadikan foto nomor 106 sebagai contoh dengan perbedaan bahwa naskah pertama lebih sesuai dengan foto yang asli. Dengan demikian, Lehnert tanpa disengaja ditempatkan dalam hati sebuah legenda.

Pertanyaan mengenai hubungan antara wajah Nabi Muhammad saw dan wajah remaja Tunisia belum mendapatkan jawabannya. Lukisan seorang remaja tertawa dengan mulut setengah terbuka, memakai sorban dan bunga melati di telinga. Wajah yang sama dalam kartu yang lain dengan judul Ahmad, seorang remaja Arab dan lain-lainnya.

Kami belum mampu menyingkap perjalanan foto yang dicetak di dekade 20 –an yang sampai di tangan penerbit Teheran dan Qom di dekade 90 –an. Namun, masih ada pertanyaan apa yang menyebabkan penerbit Iran menemukan adanya kesamaan antara wajah Nabi Muhammad semasa remajanya dengan seorang remaja Tunisia?

Sebelum perang dunia pertama, gambar Muhammad di majalah National Geographic pada bulan Januari tahun 1914 dalam sebuah artikel dengan judul “Inja va Anja Dar Shumal Afriqa” (Di sana dan di sini di Utara Afrika), di bawahnya tertulis “Arabi ba Yek Gol” (Seorang Arab dengan sebuah bunga). Pada dekade dua puluhan, kartu seri Tunisia L & L sangat disukai oleh tentara Prancis di Utara Afrika. Pada dekade 80 dan 90 –an banyak buku yang dicetak yang memuat foto-foto ini, namun judulnya bukan Muhammad.

Naskah Iran yang sekarang sudah ada perubahan. Wajah yang menipu itu masih terjaga, namun keindahan wajahnya agak berkurang. Pundak sebelah kirinya agak lebih tertutup dengan kain, mulut dan matanya sudah mengalami perbaikan. Secara umum dapat dikatakan bahwa seniman Iran berusaha untuk mengurangi sisi keindahan foto Lehnert, sehingga foto itu tidak lagi terlalu menarik dan diberikan tambahan agar terlihat sebagai orang suci.


Akar Kristen?

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sebagian tulisan menganggap bahwa hasil karya ini punya hubungan dengan Kristen dan bukan Islam. Masalah ini memberi justifikasi tidak berdosanya seorang muslim melihat wajah Nabi atau melukiskannya. Lebih dari pada itu, orang-orang Kristen menganggap Nabi Muhammad saw sejak mudanya sebagai pribadi yang suci. Kisah pendeta Kristen Katolik atau Ortodoks bernama Buhaira menyimpulkan itu. Berdasarkan kisah itu, pada abad 9 atau 10 Buhaira berusaha mencari Nabi Muhammad saw berdasarkan tanda-tanda yang dimiliki Nabi di antara pundaknya. Nabi akan datang semestinya berkata: “Ketika saya menengok ke langit dan bintang-bintang, saya merasa di atas bintang-bintang”. Ini juga sebuah alasan disebagian gambar Nabi Muhammad saw ada latar belakang bintang-bintang.

Sekalipun sampai saat ini tidak ada penggambaran tentang wajah Nabi Muhammad saw di masa mudanya, namun penggambaran itu ada dalam bentuk dewasanya. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw memiliki kulit putih, mata hitam, alis yang tebal,gGigi teratur dan rambut bergelombang. Bentuk yang digambarkan itu dapat ditemukan dalam poster Iran. Pada hakikatnya ini adalah sebuah gambar dari sebuah gambar lain. Dengan kata lain, pelukis Iran mengambil model Nabi Muhammad saw yang mencerminkan keindahan, keremajaan dan keserasian

Sumber: syakira-travelrental.blogspot.com

Senin, 01 Juni 2009

Akankah PKS jadi berkhianat ???

Utuhnya dukungan PKS terhadap capres-cawapres SBY-Boediyono sudah tidak tergoyahkan lagi, bahkan dikala ada pemberitaan media tentang kader - kader parpol pendukung SBY-Boediyono yang mblalelo ke pasangan lain, tidak satupun mengarah ke kader PKS. Kondisi ini tentu sedikit kontradiktif jika melihat kenyataan bahwa sebelum pendeklarasian, PKS menjadi partai yang paling "nyaring" menyuarakan keberatannya akan pasangan SBY-Boediyono.

Sinyalmen yang kemudian muncul sebagai partai "Gertak Sambal" atau partai yang idem dito dengan partai lain yang "Oportunis" pun dengan keras dibantah oleh kader PKS dengan segala macam kiat dan penjelasan panjang lebar. PKS tentu mahfum bahwa nama baik yang selama ini sudah terbentuk sedikit terganggu dengan adanya "konfrontasi kecil" dengan partai demokrat, lalu berhasilkah PKS memperbaiki "citra" nya yang sedikit terganggu ?

Ini yang menarik untuk ditunggu, namun alih - alih memperbaiki citra, PKS kembali membuat blunder dengan pernyataan salah satu petingginya yang menyatakan PKS tidak menginginkan posisi mentri Agama, padahal pemilih PKS yang sebagian besar adalah ummat Islam terdidik baik di perkotaan maupun di pelosok desa sebagian besar sangat berkeyakinan bahwa PKS adalah kendaraan yang tepat untuk "membersihkan" departemen Agama dari cengkraman pemikirian orientalis/liberalis serta memurnikan kembali IAIN/UIN sebagai pusat kajian Islam secara akademis di indonesia tanpa tercemar faham Orientalis/Liberalis seperti saat ini.

Bahkan bukan saja posisi mentri agama namun PKS diharapkan juga "mau" mengamankan posisi Mentri Pendidikan sebagai langkah strategis jika IAIN/UIN yang sekarang bernaung dibawah kementrian agama akan berkelit kearah Departemen Pendidikan. Jika melihat keinginan para pemilih PKS ini dengan pernyataan salah satu petingginya bahwa PKS tidak menginginkan posisi mentri agama tentu sebuah blunder besar bagi PKS dan semakin kuat stigma bahwa PKS memang sama dengan partai - partai lainnya pragmatis/oportunis yang berorientasi hanya pada kekuasaan saja.

Pertanyaan yang sekarang menggayut pada benak para pemilih dan pendukung PKS adalah apakah petinggi PKS begitu terpengaruhnya dengan intimidasi buku Ilusi Negara Islam yang diterbitkan wahid institue & ma'arif institute yang notabone punggawa faham orientalis/liberalis sehingga PKS khawatir partainya dianggap partai yang tidak toleran, atau ada kekhawatiran lain mengingat PKS masih berperkara di Mahkamah Konstitusi sementara petinggi Mahkamah Konstitusi juga sudah mewanti - wanti bahwa sebaiknya Mentri Agama tidak berasal dari kalangan partai ?

Jika kembali melihat kebelakang sebelum koalisi di tanda tangani memang begitu kuat usaha - usaha memisahkan PKS dengan capres SBY, mengingat sebagian besar survey masih "menjagokan" SBY, keberadaan PKS dalam gerbong SBY sudah tentu sangat mengganggu agenda - agenda orang - orang orientalis/liberalis yang sedang dan akan dijalankan, sudah tentu gesekan pada saat itu antara PKS dengan Demokrat adalah peluang emas bagi mereka untuk meng-enyahkan PKS dari gerbong SBY. Melihat kenyataan bahwa PKS tetap kuat menempel gerbong SBY dan membahayakan agenda - agenda mereka, rasanya kehadiran buku Ilusi Negara Islam tidak terlalu mengejutkan.

Akankah PKS berkhianat kepada konstituen-nya ? hanya waktu yang bisa menjawab.


TV Causes Learning Lag in Infants

Even infants zone out in front of the television, and it turns out this translates into less time interacting with parents and possible lags in language development, a new study finds.
"We've known that television exposure during infancy is associated with language delays and attentional problems, but so far it has remained unclear why," said lead researcher Dimitri Christakis, director of the Center for Child Health, Behavior and Development at Seattle Children's Research Institute and professor of pediatrics at the University of Washington School of Medicine.

In fact, the American Academy of Pediatrics discourages television watching before the age of 2, a time when critical development, such as language acquisition, occurs. (Christakis said a baby's brain triples in size during the first two years of life, so there's a lot going on in that little noggin.)
To figure out the TV-language link, Christakis and his colleagues rounded up 329 2-month to 4-year-old children and their parents. The kids wore digital devices on random days each month for up to two years that recorded everything they heard or said for 12 to 16 hours. The researchers didn't determine whether the adults and kids were actively watching the television or if it was just on in the background.

Analyses of the recordings revealed that each hour of additional television exposure was linked with a decrease of 770 words (7 percent) the child heard from an adult during the recording session. Hours of television were also associated with a decrease in the number and length of child vocalizations and the back and forth between the child and an adult (called a conversational turn).
"Some of these reductions are likely due to children being left alone in front of the television screen," the researchers write in the June issue of the journal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, "but others likely reflect situations in which adults, though present, are distracted by the screen and not interacting with their infant in a discernible manner."
And interaction is key for baby's brain.

"The reason it's concerning is because we know that hearing adults speak and being spoken to are critical exposures that play a role in infants development in language," Christakis told LiveScience.

With 30 percent of households having televisions on all the time, the researchers wondered how many fewer opportunities there were for children and parents to communicate and socialize.
"My recommendation first is that children under the age of 2 be discouraged from watching television," Christakis said. He added that even if the TV show is intended for the adults, the effect is the same for their children.

(Four of the authors on the paper were employed by the LENA Foundation, which paid for the data collection and develops technology for the screening, diagnosis and treatment of language delays and disorders in children and adults.)

Why Are 'Mama' and 'Dada' a Baby's First Words?
Video - How Babies Learn Music
Baby News and Information
Original Story: TV Causes Learning Lag in Infants

LiveScience.com chronicles the daily advances and innovations made in science and technology. We take on the misconceptions that often pop up around scientific discoveries and deliver short, provocative explanations with a certain wit and style. Check out our science videos, Trivia & Quizzes and Top 10s. Join our community to debate hot-button issues like stem cells, climate change and evolution. You can also sign up for free newsletters, register for RSS feeds and get cool gadgets at the LiveScience Store.


Ilusi Negara Islam Diperbanyak di Empat Negara

Buku yang berjudul Ilusi Negara Islam yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam transnasional di Indonesia, akan diperbanyak di empat negara di dunia yakni Turki, Arab Saudi, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Saya menilai buku ini sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya," kata C Holland Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pimpinan Nahdatul Ulama (NU) mantan pimpinan Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu (16/5) malam.

Buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia.

Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Islam Transnasional itu, adalah suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum muslim dengan cara yang benar tanpa melalui kekerasan.

Buku setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah begitu.

Ia mengatakan buku yang diterbitkan dengan melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.

Buku tersebut menceritakan bahwa Islam sebagai "Rahmatan Lil-Alamin" itu maksudnya adalah siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik, berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan kedamaian, kebebasan dan toleransi secara kultur adalah keluarga Islam yang bersaudara.

Holland yang merupakan orang Amerika Serikat yang cukup mendalam mempelajari Islam di Tanah Air itu mengganggap bahwa dengan hadirnya buku ini, akan membuka pikiran pemabacanya yang bukan hanya umat Muslim yang beraliran keras tetapi juga bagi umat non Muslim yang mau tahu tentang kehidupan Islam yang sebenarnya.

"Islam di Indonesia, kami telah membentuk sebuah jejaring para pembuat pendapat dalam bidang agama, pendidikan, budaya populer, pemerintah, bisnis, dan media yang bekerja untuk mempertahankan budaya mereka yang mendorong toleransi antar umat beragama dalam menghadapi gelombang baru ekstremisme yang melanda seluruh dunia Muslim," katanya.

Disamping itu, dengan kerjasama usaha LibForAll di Indonesia untuk mengekspor wajah Islam yang penuh senyum, dengan menghubungkan para pemimpin Muslim "moderat" "dalam sebuah jejaring mercu suar di dalam dunia Muslim yang akan mendorong terciptanya toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah.

Sebagai gambaran LibForAll Foundation, sebuah lembaga nirlaba bermarkas di Indonesia dan AS yang bekerja untuk melawan ekstremisme keagamaan dan menolak penggunaan terorisme.

Peluncuran buku tentang Ilusi Negara Islam itu, juga dihadiri mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, Cawapres dari Partai Golkar Wiranto dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung.


ONO 
Sumber : Ant

Sumber: http://oase.kompas.com/read/xml/2009/05/17/15241171/ilusi.negara.islam.diperbanyak.di.empat.negara

108 Butir Nilai Budaya Bali

beberapa butir nilai budaya Bali sebagai berikut:
1.    Satya (kebenaran)
2.    Udàratà (kedermawanan)
3.    Úubhasaýkalpa (hasrat luhur)
4.    Nirbhayata (keberanian)
5.    Svavalambana (percaya diri)
6.    Yajña (pengorbanan)
7.    Viúvaprema (kasih sayang universal)
8.    Nirlobha/Aparigraha (tidak rakus)
9.    Ìrûyà (iri hati)
10.    Sàmàjika Saògathana (organisasi sosial)
11.    Mukti (Mokûa/penyelamatan spiritual)
12.    Svasti Vacana (aspirasi-aspirasi luhur)
13.    Úànti (damai)
14.    Ahiýúa (tanpa kekerasan/tidak anarkis)
15.    Bhadram (keutamaan/kemuliaan)
16.    Vicakûana (kebijaksanaan)
17.    Tapa (pengendalian diri)
18.    Niûkàmakarma (tidak mementingkan diri sendiri)
19.    Daivisampat (sifat ketuhanan/sifat yang luhur)
20.    Samànaá/Ekatva/Advaita/Kalih Samaika/Bhineka Tunggal Ika (persatuan/kesatuan)
21.    Lokasaýgraha (kesejahteraan bersama)
22.    Samani (solidaritas/kebersamaan)
23.    Vaúudhaivakutumbhakam (semua makhluk bersaudara)
24.    Maduravacana (ucapan yang baik dan ramah)
25.    Prayaúcitta (kesucian hati)
26.    Sevaka (pelayanan sosial)
27.    Akrodha (mengendalikan emosi)
28.    Guruúuúrusa (taat kepada guru)
29.    Úauca (suci/jernih pikirannya)
30.    Àhàralaghava (mengendalikan diri dalam menikmati makanan)
31.    Apramadha (tidak lalai)
32.    Brahmacari (tekun belajar)
33.    Avyavaharika (tidak suka bertengkar)
34.    Astainya (tidak mengambil milik orang lain/mencuri)
35.    Vairàgya (tidak mengikuti dorongan nafsu)
36.    Tyàga/Lascarya (tulus ikhlas)
37.    Santosa (puas/mensyukuri karunia Tuhan YME)
38.    Tapa (pengendalian diri)
39.    Svàdhyàya (belajar)
40.    Ìúvaraprànidhana (mendekatkan diri kepada Tuhan YME)
41.    Kayika Pariúuddha (perbuatan yang dipandang baik, yaitu: tidak membunuh, mencuri, dan tidak berzina)
42.    Vacika Pariúuddha (perkataan yang dipandang baik, yaitu: tidak jahat atau munafik, tidak kasar, tidak memfitnah dan tidak berdusta)
43.    Manacika Pariúuddha (pikiran yang dipandang baik, yaitu: tidak menginginkan milik orang lain, kasih dan sayang kepada semua makhluk, dan beriman kepada ajaran karmaphala)
44.    Arjawa (jujur)
45.    Anåsaýsya (tidak memenntingkan diri sendiri)
46.    Arimbhava (bersimpati kepada penderitaan orang lain)
47.    Indriyanigraha (mengendalikan indria)
48.    Dama (bisa menasehati diri sendiri0
49.    Dharaka, Sthitaprajña (tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan, stabil dalam suka dan duka)
50.    Hrìh/Jengah (memiliki rasa malu)
51.    Sadhusaýsarga (bergaul dengan orang-orang baik)
52.    Satyavacana (menepati janji)
53.    Satyamitra/Tindih (solidaritas kepada teman)
54.    Satyasamaya (tepat waktu)
55.    Kûama (pemaaf)
56.    Prìti (simpati, sangat welas asih)
57.    Prasàda (berpikiran jernih)
58.    Madurya (manis pandangannya)
59.    Màrdava (berhati lembut)
60.    Dàna (memberikan derma/berderma)
61.    Ijya (senantiasa memuja Tuhan YME dan leluhur)
62.    Dhyàna (kontemplasi)
63.    Upasthanigraha (pengendalian dorongan seks)
64.    Brata (melakukan pantangan tertentu)
65.    Mauna/Mona (mengendalikan wicara)
66.    Snana (menyucikan diri dengan sembahyang rutin)
67.    Dharma (taat menjalankan ajaran agama)
68.    Vimatsaritva (tidak dengki/irihati)
69.    Tìtìkûa (memiliki ketekunan dan kesabaran hati)
70.    Anasùyà (tidak berbuat dosa)
71.    Dhåti (hatinya tenang)
72.    Andrayuda (menguasai ajaran agama, pengetahuan lainnya dan bijaksana)
73.    Gunabhikûana (jujur dan mampu mengatasi berbagai kesukaran)
74.    Sadhuniragraha (tidak menyakiti makhluk lain)
75.    Vidagdaprasana (tidak mudah dihasut/dipropokasi)
76.    Kåtarajahita (tidak segan meminta maaf bila melakukan kesalahan)
77.    Tyagaprasana (tidak mengenal lelah bila melaksanakan tugas)
78.    Suraraksana (tidak mengenal rasa takut/tidak khawatir)
79.    Surapratyana (segan dan hormat kepada atasan/senioritas)
80.    Úànta  (satunya kata dengan perbuatan)
81.    Sanmatà (selalu ingin berbuat baik)
82.    Karuna (cinta kasih terhadap semua makhluk)
83.    Upeksa (mawas diri)
84.    Mudìtà (tutur katanya simpati)
85.    Maitri (memiliki kasih sayang/bersahabat kepada semua makhluk)
86.    Satyam nasti paro dharma (kebenaran adalah dharma tertinggi)
87.    Ahiýúa paramo dharmah (tidak menyakiti hati sesama makhluk hidup merupakan dharma tertinggi)
88.    Tat tvam asi (memandang setiap makhluk seperti diri sendiri)
89.    Trihita Karana (tiga hal yang menyebabkan sejahtera, hubungan harmoni dengan Tuhan YME, dengan sesama makhluk, dan dengan alam lingkungan/sekitar)
90.    Rvabhineda (dua hal yang berbeda, baik-buruk, salah-benar dan lain-lain)
91.    Sagari-giri-adomukha (keindahan yang mengandung daya magnetis bila di tepi pantai terlihat gunung dan pegunungan yang indah, dan bila berada di pegunungan, kelihatan pantai dan lautan yang indah)
92.    Satyam-Úivam-Sundaram (kebenaran-keharmonisan-keindahan)
93.    Parasparosarpanaya (salunglung-sabhayanta) (wirang) (beriuksaguluk) (bersatu padu) (solidaritas, seia sekata, senasib sepenanggungan)
94.    Dakûinà (kemurahan hati),
95.    Asevakadharma (mendahulukan kebajikan)
96.    Úànta-jagadhita (damai dan sejahtera)
97.    Trimandala (uttama, madhyama, kaniûþama, hulu, madia, teben)(di atas, di tengah-tengah, di bawah)
98.    Bhoga, Upabhoga, Paribhoga (pangan, sandang, papan)
99.    Asih-Puóya-Bhakti (cinta kasih, jasa dan penghormatan)
100.    Sadhugunavan (berbudipekerti luhur dan memiliki kemampuan)
101.    Agawe sukhaning praja (sukhaning ràt kininkinira)(senantiasa membangun kesejahteraan masyarakat)
102.    Deúa-Kàla-Patra (tempat-waktu-keadaan)
103.    Deúa amawacara nàgara amawa tata  (desa punya aturan, negara punya hukum yang mengatur segalanya)
104.    Nityasa angulih sutreptining nàgantu (senantiasa mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat)
105.    Pràjarakûaka (mewujudkan ketentraman masyarakat)
106.    Ksayanikang papa nahan prayojana (lenyapnya penderitaan masyarakat menjadi tujuan hidupnya)
107.    Sakatilinganingambek, nyata katresnan yata katemu (sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berhasil dicapai)
108.    Haywa ngkàla kûepa (tidak membuang kesempatan/waktu)
 

Sumber:  http://www.parisada.org/

Perkawinan Adat Jawa

Perkawinan adat sangat bermacam-macam. Sekarang yang akan kita bahas di sini adalah perkawinan dengan adat Jawa. Perkawinan adat Jawa melambangkan pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dan pengantin pria yang gagah dalam suatu suasana yang khusus sehingga pengantin pria dan pengantin wanita seperti menjadi raja dan ratu sehari. Biasanya perkawinan ini diadakan di rumah orang tua pengantin wanita, orang tua dari pengantin wanita lah yang menyelenggarakan upacara pernikahan ini. Pihak pengantin laki-laki membantu agar upacara pernikahan ini bisa berlangsung dengan baik. Adapun berbagai, macam ascara serta upacara yang harus dilakukan menurut perkawinan ada Jawa adalah:

Lamaran

Jika keduanya sudah merasa cocok, maka orangtua pengantin laki-laki mengirim utusan ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar puteri mereka. Orangtua dari kedua pengantin telah menyetujui lamaran perkawinan. Biasanya orangtua perempuan yang akan mengurus dan mempersiapkan pesta perkawinan. Mereka yang memilih perangkat dan bentuk pernikahan. Setiap model pernikahan itu berbeda dandanan dan pakaian untuk pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Kedua mempelai harus mengikuti segala rencana dan susunan pesta pernikahan, seperti Peningsetan, Siraman, Midodareni, Panggih.

Persiapan Perkawinan

Segala persiapan tentu harus dilakukan. Dalam pernikahan jawa yang paling dominan mengatur jalannya upacara pernikahan adalah Pemaes yaitu dukun pengantin wanita yang menjadi pemimpin dari acara pernikahan, Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Karena upacara pernikahan adalah pertunjukan yang besar, maka selain Pemaes yang memimpin acara pernikahan, dibentuk pula Panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai.

Pemasangan dekorasi

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.

Siraman

Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari, sehari sebelum acara pernikahan. Siraman diadakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Biasanya orang yang melakukan Siraman yaitu orangtua dan keluarga dekat atau orang yang dituakan.

Upacara Midodareni

Biasanya pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh keluarga atau kerabat dekat perempuannya. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung, dan semuanya harus wanita.

Srah Srahan

Kedua keluarga menyetujui pernikahan. Mereka akan menjadi besan. Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin perempuan sambil membawa hadiah. Dalam kesempatan ini, kedua keluarga beramah tamah.

Upacara Ijab Kabul

Orang Jawa biasanya bicara lahir, menikah dan meninggal adalah takdir Tuhan. Upacara Ijab merupakan syarat yang paling penting dalam mengesahkan pernikahan. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari pasangan pengantin. Pada saat ijab orang tua pengantin perempuan menikahkan anaknya kepada pengantin pria. Dan pengantin pria menerima nikahnya pengantin wanita yang disertai dengan penyerahan mas kawin bagi pengantin wanita. Pada saat ijab ini akan disaksikan oleh Penghulu atau pejabat pemerintah yang akan mencatat pernikahan mereka.

Upacara panggih

Pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Pengantin laki-laki di antar oleh keluarganya, tiba di rumah dari orangtua pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. Pengantin wanita, di antar oleh dua wanita yang dituakan, berjalan keluar dari kamar pengantin. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya.

Upacara balangan suruh

Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati satu sama lain, jaraknya sekitar tiga meter. Mereka mulai melempar sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang putih. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian, semua orang tersenyum bahagia. Menurut kepercayaan kuno, daun betel mempunyai kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk. Dengan melempar daun betel satu sama lain, itu akan mencoba bahwa mereka benar-benar orang yang sejati, bukan setan atau orang lain yang menganggap dirinya sebagai pengantin laki-laki atau perempuan.

Upacara wiji dadi

Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. Pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air dicampur dengan bermacam-macam bunga. Itu mengartikan, bahwa pengantin laki-laki siap untuk menjadi ayah serta suami yang bertangung jawab dan pengantin perempuan akan melayani setia suaminya.

Tukar cincin

Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta.

Upacara dahar kembul

Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. Pertama, pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Setelah pengantin wanita memakannya, dia melakukan sama untuk suaminya. Setelah mereka selesai, mereka minum teh manis. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain.

Upacara sungkeman

Kedua mempelai bersujut kepada kedua orangtua untuk mohon doa restu dari orangtua mereka masing-masing. Pertama ke orangtua pengantin wanita, kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. Selama Sungkeman sedang berlangsung, Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. Setelah Sungkeman, pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya.

Pesta pernikahan

Setelah upacara pernikahan selesai, selanjutnya diakhiri dengan pesta pernikahan. Menerima ucapan selamat dari para tamu dan undangan. Mungkin ini bagian dari kebahagiaan ke dua mempelai dengan para tamu, keluarga serta para undangan.

Sumber:  http://www.weddingku.com

Manfaat Kemiri

Kandungan kimia yang terdapat dalam kemiri adalah gliserida, asam linoleat, palmitat, stearat, miristat, asam minyak, protein, vitamin B1, dan zat lemak. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah biji, kulit, dan daun. Khasiat yang cukup dikenal masyarakat dari buah kemiri adalah memperkuat dan menyuburkan rambut. Untuk menyuburkan rambut, enam biji kemiri ditumbuk halus lalu ditambah air secukupnya dan dimasak hingga mengeluarkan minyak.

Minyak tersebut digosokkan pada kulit kepala, tiga kali seminggu. Bisa juga dengan ramuan 10 gram kemiri, enam lembar daun mangkokan, dua lembar daun pandan wangi, enam lembar daun urang aring, 50 cc minyak kelapa, 50 cc minyak wijen, dua kuntum bunga mawar, 14 kuntum bunga melati direbus dengan 2.000 cc air hingga tersisa 1.000 cc. Kemudian rebusan disaring dan dioleskan ke kulit kepala setelah dingin sambil dipijat. Lakukan dua kali sehari.

Untuk mengatasi rambut rontok, 40 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 20 gram daun mangkokan, dan 20 gram daun waru muda dihaluskan. Kemudian tambahkan 50 cc minyak kemiri hangat. Diaduk, lalu dioleskan pada kulit rambut hingga rata, diamkan beberapa saat lalu rambut dicuci hingga bersih.

Mengatasi sariawan, getah dari kulit batang kemiri ditambah santan kelapa secukupnya ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk sakit gigi, getah daun kemiri beberapa tetes dilumaskan pada gigi yang sakit.

Obat buang air besar yang berdarah, 20 gram kulit batang kemiri direus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. Obat disentri, 10 gram kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi diare, 20 gram kulit batang kemiri segar ditumbuk hingga halus lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Rebusan kemudian disaring dan diminum sebanyak 150 cc, lakukan dua kali sehari.


Manfaat Tertawa

Untuk diketahui, bahwa hanya dengan satu menit tertawa, Anda memperoleh manfaat sama dengan 45 menit berolahraga mengeluarkan keringat. Tertawa alami, tertawa disengaja atau dipaksa tertawa juga mempunyai efek yang sama.

Berikut ini adalah beberapa hal yang akan membuat Anda terkejut karena begitu dahsyatnya fungsi tertawa:

Melancarkan aliran darah
Mengurangi resiko penyakit jantung
Meningkatkan daya tahan tubuh
Menghasilkan hormon Endorphin, sebagai obat penenang alami
Memijat paru-paru dan jantung
Menurunkan stress
Meningkatkan kadar oksigen (O2) dalam darah
Mengkontraksikan 80 titik saraf.
Melemaskan otot-otot
Meringankan konstipasi
Menurunkan tekanan darah

Sumber :  http://www.akcbali.org

Manfaat Jengkol untuk Anaemia dan Tulang

Jika karena faktor bau dan ketakutan terhadap kemungkinan keracunan asam jengkolat, orang boleh saja menghindari makan jengkol. Namun, jika menolak  jengkol hanya karena menganggap jengkol makanan tak bergizi, sebaiknya  pandangan tersebut dikoreksi. 

Mengapa?
Di luar urusan bau dan kandungan asam jengkolat penyebab keracunan, jengkol sesungguhnya termasuk bahan pangan kaya gizi. Hasil penelitian  memperlihatkan, jengkol kaya karbohidrat, protein, vitamin A, B, dan C,  fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Bahkan, kandungan protein jengkol masih lebih tinggi daripada  tempe (18,3 gram per 100 gram bahan) yang selama ini disebut-sebut sebagai sumber pangan nabati berprotein tinggi. Dalam 100 gram biji jengkol, terkandung energi 133 kkal, protein 23,3 gram,  karbohidrat 20,7 gram, vitamin A 240 SI, vitamin B 0,7 mg, vitamin C 80  mg,  fosfor 166,7 mg, kalsium 140 mg, besi 4,7 mg, dan air 49,5 gram.

Sebagai catatan, angka kecukupan gizi vitamin C yang dianjurkan per hari adalah  75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa. Ini berarti, untuk  memenuhi kebutuhan vitamin C per hari, kita cukup mengonsumsi jengkol  sekitar 100 gram.

Karena jengkol kaya akan zat besi, tidak heran jika jengkol sering dianjurkan bagi para penderita anemia. Jengkol juga sangat baik bagikesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/100 g. Peran  kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh. Dengan demikian, di balik efek bau, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh  dari mengonsumsi jengkol. Jadi, kenapa mesti takut makan jengkol?
(Syarifah, S.P./dari berbagai sumber)***